Tidak terasa, umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, akan kembali menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1448 Hijriah. Momen yang identik dengan ibadah penyembelihan hewan qurban ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga tonggak penting untuk merefleksikan nilai-nilai kepedulian sosial dan ketaatan kepada Sang Pencipta.
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah dan perkiraan astronomi, 10 Dzulhijjah 1448 H diprediksi akan jatuh pada pertengahan bulan Mei, tepatnya pada Minggu, 16 Mei 2027. Kendati demikian, penetapan hari libur nasional dan tanggal pasti perayaan Idul Adha secara resmi di Indonesia tetap akan menunggu hasil Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia menjelang bulan Dzulhijjah mendatang.
Menjelang perayaan Idul Adha tahun ini, berbagai lembaga amil zakat, masjid, dan peternak lokal telah mulai membuka program persiapan qurban lebih awal guna memudahkan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari pemahaman masyarakat yang semakin tinggi mengenai pentingnya melaksanakan ibadah qurban.
Makna dan Pentingnya Berqurban
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) [Bisa disesuaikan/nama fiktif untuk contoh: KH. Ahmad Syafi'i], dalam keterangannya baru-baru ini, kembali mengingatkan umat Islam akan besarnya keutamaan ibadah qurban. Menurutnya, qurban memiliki dua dimensi penting yang tidak bisa dipisahkan, yakni dimensi Hablum Minallah (hubungan dengan Allah) dan Hablum Minannas (hubungan dengan manusia).
1. Bukti Ketaatan dan Ketakwaan
Secara spiritual, menyembelih hewan qurban adalah bentuk napak tilas atas ketaatan luar biasa dari Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ibadah ini menjadi simbol pengorbanan harta yang dicintai demi meraih rida Allah SWT. "Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan kitalah yang sampai kepada-Nya," jelasnya.
2. Pemerataan Kesejahteraan Sosial
Di sisi kemanusiaan, ibadah qurban memiliki dampak sosial yang sangat masif. Pendistribusian daging qurban memastikan bahwa fakir miskin dan masyarakat prasejahtera dapat ikut merasakan kebahagiaan dan perbaikan gizi di hari raya. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, pembagian daging qurban menjadi jembatan kepedulian antara golongan mampu dan mereka yang membutuhkan.
3. Mendorong Ekonomi Peternak Lokal
Selain aspek ibadah dan sosial, qurban pada tahun 2027 ini juga diharapkan terus menjadi roda penggerak ekonomi rakyat. Jutaan hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba yang dibeli oleh para mudhohi (orang yang berqurban) akan memberikan suntikan pendapatan yang signifikan bagi para peternak lokal di berbagai daerah di Indonesia.
Menjelang tanggal 16 Mei 2027 nanti, masyarakat diimbau untuk mulai mempersiapkan niat dan tabungan qurbannya sejak dini. Memilih lembaga penyalur qurban yang terpercaya dan memastikan hewan qurban memenuhi syariat serta bebas dari penyakit juga menjadi langkah penting agar ibadah di tahun ini berjalan sempurna.
Bagi umat Islam, Idul Adha bukan sekadar tentang menyembelih hewan, melainkan tentang menyembelih sifat-sifat egois dalam diri dan menghidupkan kembali semangat berbagi untuk sesama.
Catatan Penulis/Editor:
Tanggal 16 Mei 2027 adalah estimasi astronomis (hisab) untuk 10 Dzulhijjah 1448 H. Tanggal resmi dapat disesuaikan kembali dengan pengumuman pemerintah di tahun tersebut.
Punya Pertanyaan Seputar Ibadah Qurban & Akikah?
Hubungi Pak Gun langsung di kandang Prambanan Sleman untuk konsultasi ketersediaan hewan, timbangan live, atau pendaftaran aqiqah siap saji.
WhatsApp